Pahamkah Kalian Apa itu Filsafat Pencerahan?
Filsafat Pencerah (Aufklaering, philosophie des lumieres) ialah nama untuk filsafat Abad XVIII : dengan hal cerah atau cahaya dimaksudkan ilmu pengetahuan eksak dan eksperimental yang lebih dipentingkan dari inspirasi filsafat atau agama. Pastur Meslier misalnya meninggalkan pada tahun 1729 suatu surat warisan untuk umat paroki yang di dalamnya dia menulis : hanya cahaya akal manusia bisa membawa kita pada kesempurnaan pengetahuan dan ke- bijaksanaan. Kant mengatakan kita harus berani membiarkan dipimpin cahaya akal. Hegel melihat dalam filsafat pencerahan adanya suatu penerimaan akal dan penolakan wahyu agama.
Sukar sekali membatasi gejala filsafat pencerahan dari sudut daerah dan zaman. Filsafat itu ialah gejala umum di Eropa: Tolland dan Hume di Inggris; Wolff dan Lessing di Jerman; Montesqieu, Voltaire, Diderot di Perancis.
Rasionalisme dari Filsafat Pencerahan berakar dalam tulisan Fontenelle, Bayle, Locke dan Newton. Mungkin dapat dikatakan bahwa zaman filsafat itu sejajar dengan waktu penerbitan jilid pertama dan terakhir dari Ency-clopaedie(1751-1771). Filsafat Pencerahan ialah suatu ideologi yang mengiringi perkembangan tingkat borjuis di Eropa dan kemunduran feodalitas. Mandeville dalam bukunya Ceritera Laba-laba menyebut tema-tema dari filsafat itu: tingkat-tingkat sosial harus dibagi sesuai dengan mutu orang di bidang tanggung jawab, inisiatip, dan kekuatan pribadi, lain daripada feodalitas waktu tingkat-tingkat itu dibagi hanya atas kelahiran. Filsafat harus merupakan kembali masyarakat berdasar dua nilai utama: hal yang berguna dan kesejahteraan manusia. Yang ditolak ialah suatu hierarki berdasar wahyu Tuhan dan mendukung ideologi dari pluralisme politis dan religius. Hal itu berdasar pengertian baru mengenai manusia yang dianggap sanggup menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia ini. Itu bisa terjadi kalau manusia memakai akalnya dalam cahaya metoda ilmiah. Abbe de Saint Pierre seorang pastur memakai kata Well-fare, kesejahteraan yang'harus mengganti perikemanusiaan, dengan perkataan lain gaji berdasar keadilan sosial lebih baik dari pada sumbangan atau zakat.
Nilai lain yang penting juga dinyatakan dengan perkataan kosmopolitisme, semacam international brotherhood, persaudaraan antarbangsa. Umat manusia dilukiskan dengan halus penuh mesra dan cinta kasih, berusaha mengurangi penderitaan rakyat hal mana diterangkan juga dengan kata civilisation, penghalusan adat istiadat. Orang hidup dalam semangat optimis: dunia maju berdasar ilmu dan teknologi karena itu para filsuf sering memakai perkataan le progres (kemajuan) dan kata progresive orang yang modem yang bisa menyelamatkan dirinya.
Filsafat Pencerahan mengandung juga suatu epistemologi yang baru. Abad kedelapanbelas bersemangat anti Descartes. Sistem-sistem metafisik diganti suatu kamus dimana pokok-pokok diatur sesuai dengan abjad (Encyclopaedie), evidensi a priori diganti kenyataan eksperimen dan inneisme (idea innata) diganti empirisme.
Descartes mengeritik filsafat Abad Tengah mencoba memisahkan hal yang pasti dan hal yang salah dengan meragukan sebagai subyek segala hal yang diketahui. Dia yakin bahwa subyek sendiri menemui segala evidensi dalam dirinya sendiri secara a priori lepas dari pengalaman.
Menurut para filsuf dari Filsafat Pencerahan ilmu pengetahuan ialah pekerjaan dari masyarakat dan tidak mempunyai batas-batas lain daripada pengamatan kita artinya seluas dunia nyata yang menampakkan dirinya sebagai realitas. Newton telah membuktikan bahwa renungan-renungan Descartes sia-sia belaka, universalitas dari ilmu pengetahuan tidak tergantung dari metafisika, ahli ilmu pasti mengerti satu yang lain juga kalau berselisih faham tentang sifat-sifat ruang. Newton menerangkan bayangan alam dan Locke menerangkan bayangan jiwa. Hal itu menjadi permulaan tradisi besar sehingga filsafat turun tachta dan menjadi anak tiri dari usaha ilmiah. Tidak benar seperti-sering dikatakan bahwa Filsafat Pencerahan ialah kumpulan fakta-fakta kecil tanpa kesatuan dan corak. Dalam filsafat itu terdapat dua arah yang penting: orang menciptakan ilmu nyata (positive) tentang corak jiwa manusia (ilmu jiwa rasional) dengan mempelajari daya psikis terutama bahasa. Lain daripada itu metoda eksperimental dalam ilmu alam dan kimia menjadi metoda utama yang sangat dihargai dan dipergunakan. Dua azas itu memungkinkan kita mengerti bahwa terdapat suatu sejarah akal manusia yang universal sejajar dengan universalitas dari pengamatan dan pengalaman. Filsafat Pencerahan ialah suatu rasionalisme empiris.
Sukar sekali membatasi gejala filsafat pencerahan dari sudut daerah dan zaman. Filsafat itu ialah gejala umum di Eropa: Tolland dan Hume di Inggris; Wolff dan Lessing di Jerman; Montesqieu, Voltaire, Diderot di Perancis.
Rasionalisme dari Filsafat Pencerahan berakar dalam tulisan Fontenelle, Bayle, Locke dan Newton. Mungkin dapat dikatakan bahwa zaman filsafat itu sejajar dengan waktu penerbitan jilid pertama dan terakhir dari Ency-clopaedie(1751-1771). Filsafat Pencerahan ialah suatu ideologi yang mengiringi perkembangan tingkat borjuis di Eropa dan kemunduran feodalitas. Mandeville dalam bukunya Ceritera Laba-laba menyebut tema-tema dari filsafat itu: tingkat-tingkat sosial harus dibagi sesuai dengan mutu orang di bidang tanggung jawab, inisiatip, dan kekuatan pribadi, lain daripada feodalitas waktu tingkat-tingkat itu dibagi hanya atas kelahiran. Filsafat harus merupakan kembali masyarakat berdasar dua nilai utama: hal yang berguna dan kesejahteraan manusia. Yang ditolak ialah suatu hierarki berdasar wahyu Tuhan dan mendukung ideologi dari pluralisme politis dan religius. Hal itu berdasar pengertian baru mengenai manusia yang dianggap sanggup menciptakan kebahagiaan dan kesejahteraan di dunia ini. Itu bisa terjadi kalau manusia memakai akalnya dalam cahaya metoda ilmiah. Abbe de Saint Pierre seorang pastur memakai kata Well-fare, kesejahteraan yang'harus mengganti perikemanusiaan, dengan perkataan lain gaji berdasar keadilan sosial lebih baik dari pada sumbangan atau zakat.
Nilai lain yang penting juga dinyatakan dengan perkataan kosmopolitisme, semacam international brotherhood, persaudaraan antarbangsa. Umat manusia dilukiskan dengan halus penuh mesra dan cinta kasih, berusaha mengurangi penderitaan rakyat hal mana diterangkan juga dengan kata civilisation, penghalusan adat istiadat. Orang hidup dalam semangat optimis: dunia maju berdasar ilmu dan teknologi karena itu para filsuf sering memakai perkataan le progres (kemajuan) dan kata progresive orang yang modem yang bisa menyelamatkan dirinya.
Filsafat Pencerahan mengandung juga suatu epistemologi yang baru. Abad kedelapanbelas bersemangat anti Descartes. Sistem-sistem metafisik diganti suatu kamus dimana pokok-pokok diatur sesuai dengan abjad (Encyclopaedie), evidensi a priori diganti kenyataan eksperimen dan inneisme (idea innata) diganti empirisme.
Descartes mengeritik filsafat Abad Tengah mencoba memisahkan hal yang pasti dan hal yang salah dengan meragukan sebagai subyek segala hal yang diketahui. Dia yakin bahwa subyek sendiri menemui segala evidensi dalam dirinya sendiri secara a priori lepas dari pengalaman.
Menurut para filsuf dari Filsafat Pencerahan ilmu pengetahuan ialah pekerjaan dari masyarakat dan tidak mempunyai batas-batas lain daripada pengamatan kita artinya seluas dunia nyata yang menampakkan dirinya sebagai realitas. Newton telah membuktikan bahwa renungan-renungan Descartes sia-sia belaka, universalitas dari ilmu pengetahuan tidak tergantung dari metafisika, ahli ilmu pasti mengerti satu yang lain juga kalau berselisih faham tentang sifat-sifat ruang. Newton menerangkan bayangan alam dan Locke menerangkan bayangan jiwa. Hal itu menjadi permulaan tradisi besar sehingga filsafat turun tachta dan menjadi anak tiri dari usaha ilmiah. Tidak benar seperti-sering dikatakan bahwa Filsafat Pencerahan ialah kumpulan fakta-fakta kecil tanpa kesatuan dan corak. Dalam filsafat itu terdapat dua arah yang penting: orang menciptakan ilmu nyata (positive) tentang corak jiwa manusia (ilmu jiwa rasional) dengan mempelajari daya psikis terutama bahasa. Lain daripada itu metoda eksperimental dalam ilmu alam dan kimia menjadi metoda utama yang sangat dihargai dan dipergunakan. Dua azas itu memungkinkan kita mengerti bahwa terdapat suatu sejarah akal manusia yang universal sejajar dengan universalitas dari pengamatan dan pengalaman. Filsafat Pencerahan ialah suatu rasionalisme empiris.
Harus diakui bahwa alam menjadi peradilan yang bermakna dua (ambigue). Hal itu menjadi nyata sebagai berikut. Descartes menciptakan suatu bayangan alam yang geometris. Meskipun pada abad kedelapanbelas mekanika berkembang luas, bayangan geometris dari Descartes ditolak. Orang dari Pencerahan mengerti bahwa dunia hayat mempunyai sifat-sifat sendiri sehingga pada zaman itu terjadi suatu ilmu hidup (biologi) sehingga Diderot sudah mulai merencanakan suatu ilmu evolusi yang dikembangkan oleh Darwin seratus tahun sesudah itu. Alam hidup mempunyai peranan penting dalam pikiran orang Abad kedelapanbelas. Alam itu menjadi suatu pengertian natural state (keadaan asli manusia sebagai makhluk) mempunyai perasaan dalam epistemologi, manusia semacam itu bukan hasil sejarah atau utopia melainkan suatu deskripsi dari unsur-unsur yang mengkonstitusikan pengetahuan etika dan agama. Alam itu juga suatu norma universal, hukum alam (lex naturalis) dan agama asli menjadi unsur- unsur yang mengkonstitusikan pengetahuan etika dan agama. Alam itu juga suatu norma universal, hukum alam (lex naturalis) dan agama asli menjadi unsur-unsur dasar yang harus terdapat dalam setiap sistem hukum dan setiap agama. Alam itu juga menjadi suatu nilai dasar. Hak alamiah menjadi lawannya dari ke-tak-adilan sosial dan agama asli sebagai lawannya dari takhayul dan kefanatikan.
Tapi paradigma itu bermakna ambivalen. Sebetulnya orang mengharapkan kemajuan hanya dari teknik dan ilmu pengetahuan satu-satunya jaminan kebahagiaan manusia. Alam menjadi suatu nilai kebudayaan dan didefinisikan sesuai dengan tempat salah satu masyarakat didalam sejarah manusia.
Demikianlah artikel tentang arti dan penjelasan filsafat pencerahan, semoga dapat berguna dan bermanfaat untuk kawan-kawan. Semangat belajar dan tetap berkunjung dan ikuti artikel-artikel kami yang lainnya di http://sistempengetahuansosial.blogspot.com/